Gelar PK 8 Aksi Konvergensi Stunting, Ajang untuk Peer Learning

Selasa, 26 Agu 2025 17:16:13   Admin

Sofifi, Bappeda Malut

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) secara marathon selama dua hari melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja 8 (delapan) Aksi Konvergensi Stunting di Muara Hotel Kota Ternate, 26-27 Agustus 2025.

Kegiatan ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku utara, Drs Samsuddin Abdul Kadir MSi mewakili Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, Selasa (26/08/2025).

Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Stunting 2025 ini melibatkan seluruh OPD terkait di kabupaten/kota dan tim panelis yang berasal dari OPD provinsi terkait, akademisi dan perwakilan BKKBN.

Penilaian akan dilakukan terhadap 8 aksi konvergensi tahun 2024 antara lain analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, peran desa, kader pembangunan desa, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi serta reviu kinerja tahunan.

Dalam sambutannya, Gubernur Malut yang dibacakan Sekretaris Daerah, Drs Samsudin Abdul Kadir, M.Si menyebutkan, prevalensi Maluku Utara tahun 2024 yaitu 23,2 persen atau turun sebesar 0,5 poin. Angka ini lebih tinggi dari capaian nasional yaitu 19,8 persen.

“Sementara untuk kabupaten dan kota, penurunan prevalensi stunting yang cukup signifikan terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah sebesar 19,7 persen (turun 9 poin) dan Kabupaten Pulau Taliabu sebesar 24,9 persen (turun 5,7 poin)” ucap Sekda.

Lanjutnya, lalu ada Kota Tidore Kepulauan sebesar 16,6 persen (4,7 poin), Kota Ternate sebesar 16,6 persen (turun 4,5 poin), Kabupaten Halmahera Barat sebesar 22,1 persen (turun 4 poin) dan Kabupaten Halmahera Utara sebesar 21,7 (turun 2,6 poin).

Adapun daerah yang mengalami kenaikan, imbuh Sekda, yakni Kabupaten Halmahera Selatan sebesar 32,3 persen (naik 1,9 poin), Kabupaten Halmahera Timur sebesar 24,2 persen (naik 5,2 poin).

“Kemudian Kabupaten Kepulauan Sula sebesar 22,5 persen (naik 3,7 poin) dan Kabupaten Pulau Morotai 17,7 persen  atau naik 6 poin,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Malut, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, S.STP. M.Si mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui aspek kinerja apa saja yang sudah baik atau yang masih perlu ditingkatkan dari setiap kabupaten dan kota di wilayah Provinsi Maluku Utara dalam hal penurunan stunting di wilayah masing-masing.

“Termasuk mengetahui perbandingan kinerja kabupaten dan kota, memfasilitasi sharing pembelajaran (peer learning) yang dapat saling dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan hasil pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi,” ucap Sarmin.

Tujuan lainnya, lanjut Sarmin, memberi apresiasi dan motivasi pada berbagai sektor yang telah berperan aktif dalam pencegahan stunting di kabupaten dan kota.

Dalam pembukaan tersebut dirangkaikan dengan pemberian penghargaan terhadap kabupaten dan kota dengan Kinerja 8 aksi Konvergensi Stunting tahun 2023 Terbaik yakni Kota Ternate (terbaik 1), terbaik II untuk Kabupaten Pulau Morotai dan terbaik III Kabupaten Pulau Taliabu.

Pemberian penghargaan yang diberikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara yang didampingi oleh kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara.

Dengan penghargaan ini, kata Kepala Bappeda, diharapkan dapat memicu dan memacu semangat kabupaten dan kota lainnya untuk lebih meningkatkan kinerja dalam penurunan stunting.

“Penilaian Kinerja Stunting bukan hanya penilaian terhadap kewajiban pelaporan dan rutinitas, tapi menjadi transformasi nyata bagi Maluku Utara,” tutup Kepala Bappeda.