Kepala Bappeda Malut: 20 Program Aksi Gubernur dan Wagub Masuk RKPD 2027

Rabu, 11 Mar 2026 13:40:57   Admin

Sofifi, Bappeda Malut

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) telah menyusun rancangan awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Pun telah dilakukan konsultasi publik (KP) untuk menerima masukan dari berbagai pihak utamanya stakeholder pembangunan di Malut terhadap Ranwal tersebut.

Selain mengusung sejumlah prioritas pembangunan, Ranwal RKPD tahun 2027 juga menyusun program aksi kepala daerah dari lima penjabaran prioritas daerah.

Kepala Bappeda Provinsi Malut, Dr. Muhammad Sarmin S. Adam, S.STP, M.Si mengatakan, sebanyak 20 program aksi Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur (Wagub), Sarbin Sehe turut dijabarkan.

Dikatakan sebanyak enam program aksi yang diusung prioritas daerah ke-1 atau akselerasi keterpenuhan layanan dasar yakni pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, penyediaan pelayanan kesehatan gratis, pembangunan rumah layak huni dan dapur sehat.

“Lalu pemberian makanan bergizi untuk siswa, santri, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, revitalisasi sarana dan prasarana sekolah dan madrasah yang berkualitas, serta gratis pendidikan bagi SMA dan SMK yang disertai bantuan beasiswa untuk perguruan tinggi,” ucap kepala Bappeda.

Untuk Prioritas Daerah ke-2, yakni mempercepat konektivitas wilayah  atau akselerasi konektivitas dan pusat pertumbuhan wilayah terdapat dua program aksi.

“Disini Gubernur dan Wagub menyasar dua isu yakni yakni pembangunan jalur transportasi (Sofifi-Ekor-Buli dan Sofifi-Ekor-Kobe) serta jalan dan jembatan. Lalu perencanaan dan pembangunan kawasan Sofifi Halmahera Metropolitan,” rincinya.

Selanjutnya, pada prioritas daerah ke-3, yakni akselerasi pembangunan wilayah ekonomi tinggi dan hilirisasi SDA, terdapat enam program aksi.

“Pembangunan akses jalan tani, bantuan atau pengadaan alat tangkap nelayan, pengembangan UMKM berbasis budaya lokal, penguatan ekosistem pendukung pemberian makanan bergizi, percepatan pembangunan destinasi pariwisata serta mewujudkan ketahanan pangan dan pengendalian harga Barito dan Sembako,” katanya.

Pada prioritas daerah ke-4, meningkatkan reformasi birokrasi dan inovasi daerah, lanjut Kepala Bappeda, terdapat satu program aksi yakni mewujudkan transformasi birokrasi.

Sementara untuk prioritas daerah ke-5 yakni membangun ketahanan sosial budaya dan ekologi, terdapat tiga program aksi.

“Berupa penyaluran bantuan sosial bagi rumah ibadah, imam, pendeta, ASN dan buruh, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta pembangunan sarana dan prasarana olahraga,” lanjut kepala Bappeda.

Dikatakan pula, untuk pembiayaan pembangunan di tahun 2027, sebagaimana dirancang dalam Ranwal RKPD tahun 2027, difokuskan pada tiga aspek.

“Pemenuhan implementasi prioritas daerah, dukungan terhadap prioritas nasional dan pemenuhan operasional perangkat daerah,” pungkasnya.