| Ket |
: |
Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Kabupaten Halmahera Timur bukan sekadar forum perencanaan, melainkan ruang tempat harapan masyarakat dirangkai menjadi arah pembangunan. Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Pengendalian, Evaluasi dan Pelaporan Bappeda Provinsi Maluku Utara hadir mewakili Kepala Bappeda Provinsi untuk menyampaikan arah kebijakan pembangunan Provinsi Maluku Utara bagi Halmahera Timur—sebuah upaya menyatukan langkah antara gagasan daerah dan visi pembangunan provinsi.
Di ruang forum itu, suara-suara masyarakat menemukan tempatnya. Usulan, saran, pertanyaan, bahkan keluh kesah yang disampaikan oleh OPD, para pemangku kepentingan, tokoh adat, dan masyarakat menjadi pengingat bahwa pembangunan sejatinya berakar dari kehidupan nyata yang mereka jalani setiap hari. Dari akses infrastruktur yang masih perlu diperkuat, konektivitas wilayah yang terus diperjuangkan, hingga harapan akan kesejahteraan yang lebih merata.
Halmahera Timur menyimpan kekuatan besar yang tak boleh diabaikan. Dari Kawasan Industri Buli yang menjadi simpul pertumbuhan ekonomi, kawasan transmigrasi yang menumbuhkan sentra-sentra kehidupan baru, kekayaan ekologis Taman Nasional Aketajawe Lolobata yang menjaga napas alam Maluku Utara, hingga potensi wilayah swasembada pangan yang menopang ketahanan daerah. Semua potensi ini ibarat mata rantai yang saling terhubung membangun ekonomi, menjaga lingkungan, dan menguatkan kehidupan masyarakat.
Harapan kami, kehadiran dalam Musrenbang ini bukan hanya mendengar, tetapi juga membawa pulang setiap aspirasi untuk dirangkai menjadi kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat. Agar langkah pembangunan Maluku Utara ke depan—terutama di Halmahera Timur—tidak hanya tumbuh dalam angka, tetapi juga terasa nyata dalam kehidupan masyarakatnya.
Sebab Halmahera Timur bukan hanya tentang potensi yang besar, tetapi juga tentang masyarakat yang kuat, yang terus berjalan dengan harapan bahwa masa depan daerah ini akan berdiri lebih kokoh dari hari ini
|