| Ket |
: |
Hari ini, langkah kami menjejak Tidore bukan sekadar memenuhi undangan, tapi menyambung harapan. Kepala Bappeda dan Kabid IPW hadir membawa cerita tentang arah pembangunan: dari gambaran makro, laju pertumbuhan PDRB, visi–misi Gubernur/Wakil Gubernur, isu strategis, program prioritas, capaian indikator kinerja, hingga tema pembangunan 2027.
Aula Musrenbang menjadi ruang di mana suara rakyat menemukan jalannya. Para camat, tokoh adat, kepala desa, tokoh masyarakat, akademisi, hingga kepala SKPD menyampaikan tanya, saran, keluh, dan usul—seperti ombak yang bergantian datang, membawa pesan dari pesisir, lembah, dan gunung harapan.
Setiap usulan adalah doa. Setiap aspirasi adalah amanah. Dan di antara banyak harapan itu, satu nama jalan kembali bergema: Akses Jalan Pahaye–Dayepodo—usulan yang telah menunggu lebih dari satu dekade, seperti janji yang tertahan di tikungan waktu. Kini, Pemerintah Provinsi bertekad menjadikannya nyata. Bukan sekadar membangun jalan, tapi membuka masa depan.
Karena pembangunan bukan hanya tentang angka dan dokumen, tapi tentang air mata yang ingin dibalas dengan senyum, tentang suara yang ingin dijawab dengan kerja, dan tentang harapan yang pantas diperjuangkan sampai tuntas.
|